Sulawesi Tenggara Educational Journal https://www.jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj <p style="text-align: justify;"><img style="float: left;" src="/public/site/images/admin/Logo_SEDUJ.png">Sulawesi Tenggara Educational Journal adalah jurnal terbitan berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara. Sulawesi Tenggara Educational Journal terbit tiga kali dalam setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember. Seduj menjadi sarana publikasi bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi di bidang ilmu pendidikan dalam menerbitkan artikel hasil penelitian maupun artikel telaah konseptual. Ruang lingkup kajian Seduj mencakup: Metode belajar dan Pembelajaran, Guru dan Siswa, Teknologi pendidikan, Manajemen Pendidikan, Penilaian dan Evaluasi Pendidikan, Ilmu Psikologi dan Psikologi Pendidikan, dan masalah-masalah lainnya yang berkaitan dengan pendidikan. Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Nomor 177/E/KPT/2024, Tanggal 15 Oktober 2024, tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah periode II Tahun 2024, Sulawesi Tenggara Educational Journal Terakreditasi (<strong><a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/12795" target="_blank" rel="noopener">Lihat Laman SINTA</a></strong>)&nbsp;<a href="https://drive.google.com/file/d/1En5xGGEJOfvrNQvXRdnvq-S28pevN97F/view?usp=sharing" target="_blank" rel="noopener"><strong>(Lihat SK).</strong></a></p> Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara en-US Sulawesi Tenggara Educational Journal 2807-7458 Falsafah Bugis "Mali Siparappe, Rebba Sipatokkong” Sebagai Landasan Etika dan Humanisme dalam Peran Guru pada Pembelajaran Bahasa Indonesia https://www.jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/article/view/1370 <p>Sistem pengajaran di Indonesia sekarang ini lebih cenderung menekankan pada kemampuan berpikir dan target prestasi, sambil sering mengesampingkan peran pembentukan watak serta prinsip sosial dalam kegiatan belajar. Karena alasan itu, penyertaan elemen budaya daerah, khususnya dari prinsip Bugis seperti <em>mali siparappe</em> dan <em>rebba sipatokkong</em>, menjadi sangat vital untuk membentuk kerangka pendidikan yang lebih utuh dan berpusat pada sisi manusiawi. Tulisan ini dimaksudkan untuk menyajikan serta merekomendasikan penggunaan kedua prinsip tersebut sebagai strategi humanis dalam mengajar Bahasa Indonesia. Langkah ini diharapkan mampu memperdalam wawasan bahasa sekaligus membangun kepribadian murid. Berdasarkan gagasan pengajaran humanis yang dikembangkan oleh Carl Rogers dan Abraham Maslow, ditambah dengan metode pedagogi yang terkait konteks, tulisan ini menyarankan agar nilai budaya Bugis dimasukkan ke dalam penyusunan program sekolah serta Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Pendekatan semacam ini bertujuan menghadirkan suasana belajar yang ramah dan saling dukung, sehingga murid tidak hanya memperoleh kemampuan berpikir tapi juga mengembangkan rasa memahami, ketegasan, serta keterampilan bergaul yang krusial untuk menghadapi beragam isu di kemudian hari. Dengan demikian, menjadi sangat esensial untuk merancang program dan RPP yang berakar pada nilai budaya setempat demi mencetak generasi yang lebih mudah beradaptasi dan beretika mulia.</p> <p>&nbsp;</p> Rudi Karma Ani Rakhmawati ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-27 2026-04-27 6 1 737 745 10.54297/seduj.v6i1.1370 Peran Ibu Tunggal dalam Mendukung Proses Belajar Anak di Era Digital https://www.jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/article/view/1456 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ibu tunggal dalam membantu anak belajar di masa kini yang sudah menggunakan teknologi digital. Pendidikan yang semakin digital membutuhkan peran orang tua yang lebih aktif, terutama bagi ibu-ibu tunggal yang harus menangani dua tugas sekaligus, yaitu bekerja untuk menghidupi keluarga dan merawat anak-anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan dilakukan di Perumahan Villa Balaraja RT 07/RW 06, Kabupaten Tangerang, dengan melibatkan beberapa ibu tunggal dan anak mereka sebagai sumber informasi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi yang dilakukan secara langsung, dan pengumpulan dokumen. Penelitian menunjukkan bahwa ibu tunggal memberikan dukungan belajar dalam tiga aspek utama, yaitu dukungan emosional, dukungan instrumental, dan dukungan penghargaan. Meskipun menghadapi kendala waktu, tingkat pemahaman akademik yang terbatas, serta kesulitan dalam mengawasi penggunaan teknologi digital, ibu tunggal tetap berperan aktif dalam mendampingi anak belajar. Analisis dengan teori interaksionisme simbolik menunjukkan bahwa adanya pendampingan dari ibu dianggap oleh anak sebagai tanda dari kasih sayang, perhatian, dan perlindungan, yang kemudian membantu membentuk sikap belajar yang positif. Penelitian ini menekankan betapa pentingnya hubungan yang hangat dan terus menerus antara ibu tunggal dengan anaknya dalam membantu anak belajar di masa kini yang penuh teknologi.</p> Sabrina Kusuma Dwi Subhan Widiansyah ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-27 2026-04-27 6 1 746 751 10.54297/seduj.v6i1.1456 Komunikasi Antarpribadi Individu Fatherless dengan Teman Sebaya https://www.jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/article/view/1465 <p>Fenomena ketidakhadiran ayah (<em>fatherless</em>) menjadi isu sosial yang memengaruhi perkembangan emosional, kepercayaan diri, serta pola komunikasi individu, khususnya dalam konteks kehidupan santri di pondok pesantren yang memiliki dinamika sosial kolektif. <em>Fatherless</em> merupakan kondisi ketika individu tumbuh tanpa kehadiran atau keterlibatan ayah, baik secara fisik maupun emosional, yang berdampak pada proses pembentukan relasi interpersonal.Dalam konteks pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan berbasis asrama, interaksi sosial yang intens dengan teman sebaya menjadi ruang penting dalam menggantikan sebagian fungsi dukungan keluarga.<br> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktik komunikasi antarpribadi individu <em>fatherless</em> dengan teman sebaya dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara mendalam terhadap informan yang memiliki pengalaman <em>fatherless</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakhadiran ayah memengaruhi keterbukaan, kepercayaan, dan pengelolaan emosi, namun individu tetap mampu membangun komunikasi yang adaptif melalui hubungan dengan teman sebaya. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa teman sebaya berperan sebagai sistem dukungan sosial yang membantu individu <em>fatherless</em> mengembangkan komunikasi yang lebih efektif dan stabil secara emosional. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas konteks kajian serta melibatkan informan yang lebih beragam agar memperoleh hasil yang lebih komprehensif.</p> Elis Nurohayati Tsania Nurizka Larasati Muhammad Riziq Malela Ike Junita Triwardhani ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-27 2026-04-27 6 1 752 760 10.54297/seduj.v6i1.1465 Implementasi Metode Pembentukan Karakter Santriwati di Pondok Pesantren Daarul Atqiyaa` https://www.jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/article/view/1467 <p>Zaman yang semakin modern, banyak orang mulai terlena akan gaya hidup maupun perilaku yang berlebihan, disadari hal itu berpengaruh terhadap pembentukan karakternya. Pengkajian pondok pesantren memiliki hubungan erat dengan pendidikan karakter, membentuk karakter santri tidaklah mudah, membangun karakter suatu pekerjaan yang tidak instan dan dilakukan secara simultan. Metode pembentukan karakter merupakan aspek fundamental dalam pendidikan pesantren, yang tidak hanya berfokus pada transfer ilmu agama, tetapi juga pada pengembangan akhlak dan kepribadian santri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi metode pembentukan karakter santriwati di Pondok Pesantren Daarul Atqiyaa`. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian Ex Post Facto di fokuskan pada objek dan subjek penelitian dengan menggunakan metode observasi</p> Nabila Rodotu Roihana Rizal Saepulloh Herawan ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-27 2026-04-27 6 1 761 767 10.54297/seduj.v6i1.1467 Efektivitas Kolaborasi Media Visual Berbasis Teknologi dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran PAI https://www.jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/article/view/1464 <p>Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat telah membawa transformasi signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Perubahan ini menuntut adanya inovasi dalam proses pembelajaran agar lebih adaptif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di era modern. Salah satu pendekatan yang semakin mendapat perhatian adalah kolaborasi antara media visual dan teknologi dalam pembelajaran. Integrasi ini tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu, tetapi juga sebagai strategi pembelajaran yang mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif, kontekstual, dan berpusat pada siswa.Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran serta efektivitas kolaborasi visual dan teknologi dalam menunjang keberhasilan pembelajaran. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah terkait pemanfaatan media visual dan teknologi dalam pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan media visual berbasis teknologi, seperti video pembelajaran, animasi, infografis, serta platform digital interaktif, mampu meningkatkan pemahaman konsep, terutama pada materi yang bersifat abstrak dan kompleks. Selain itu, integrasi ini juga berkontribusi dalam meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa, karena penyajian materi menjadi lebih menarik dan mudah diakses.Lebih lanjut, kolaborasi visual dan teknologi terbukti mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran melalui berbagai aktivitas interaktif, seperti diskusi daring, kuis digital, dan simulasi pembelajaran. Hal ini tidak hanya berdampak pada peningkatan hasil belajar, tetapi juga pada pengembangan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan literasi digital.</p> Sri Maryati Dea Salsabilla Airin Mey Lestari Siti Halima Tusya’diyah NST Muhammad Aprendi Farel Zahardi Andika Andika Iqbal Ramadhan Muhammad Riyadh ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-28 2026-04-28 6 1 768 774 10.54297/seduj.v6i1.1464 Pemanfaatan Teknologi Pendidikan dalam Mengatasi Permasalahan dan Meningkatkan Mutu Pendidikan https://www.jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/article/view/1477 <p>Teknologi Pendidikan merupakan bidang kajian dan praktik yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pendekatan sistematis, berorientasi pada peserta didik, serta pemanfaatan sumber belajar secara optimal. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran teknologi pendidikan dalam menjawab berbagai tantangan dan problem pendidikan saat ini, seperti rendahnya kualitas pendidikan, keterbatasan akses dan infrastruktur, kompetensi guru, kesenjangan digital, hingga permasalahan pengelolaan pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui pengkajian berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi pendidikan, sebagaimana dirumuskan oleh <em>Association for Educational Communications and Technology</em>, berperan dalam desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, dan evaluasi pembelajaran secara sistematis. Implementasi teknologi yang tepat, didukung oleh kompetensi guru dan infrastruktur yang memadai, mampu meningkatkan efektivitas, efisiensi, serta pemerataan mutu Pendidikan.</p> Syukria Putri Iryani Sri Maryati Syadila Syadila Nadia Jeany Amalia Pajar Dinata Alfiah Maqhrobi Sania Salsabilla Anggi Renatalia Daffa Aulia Padaya Karisa Zahra Aditiya Rahmatullah ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-28 2026-04-28 6 1 775 779 10.54297/seduj.v6i1.1477 Nilai-Nilai Pendidikan Lingkungan dalam Q.S. Ar-Ruum Ayat 41-43 Menurut Tafsir Al-Azhar Karya Hamka https://www.jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/article/view/1497 <p>Artikel ini disusun oleh: Retna Fitri, NIM 20118007 dengan judul “Nilai-nilai Pendidikan Lingkungan Dalam Q.S. Ar-Ruum Ayat 41-43 Menurut Tafsir Al-Azhar Karya HAMKA”. Pada Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Penulisan artikel ini dilatarbelakangi oleh terjadinya kerusakan lingkungan, baik berupa terjadinya banjir di berbagai tempat, longsor dan pembakaran hutan secara liar dan lain-lain. Dalam Al-Qur’an banyak sekali ayat yang menjelaskan mengenai pendidikan lingkungan hidup, salah satunya adalah Q.S. Ar-Ruum ayat 41-43. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penafsiran HAMKA terhadap Q.S. Ar-Ruum ayat 41-43 dan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan lingkungan yang terkandung dalam Q.S. Ar-Ruum ayat 41-43. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian studi pustaka atau <em>library research</em>. Yaitu pengumpulan data atau informasi dari berbagai dokumen yang dapat berbentuk tulisan seperti jurnal penelitian, tesis, buku teks, atau <em>monumental</em> yang ada <em>relevansinya.</em> Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik <em>do</em><em>kumenter</em>. Dengan melakukan editing, penyajian data dan menarik kesimpulan. Berdasarkan analisis penulis didapatkan hasil sebagai berikut: 1) Penafsiran HAMKA terhadap Q.S. Ar-Ruum ayat 41-43 menyatakan bahwa Allah telah mengirimkan manusia ke bumi ialah untuk menjadi khalifah Allah SWT. Kerusakan yang terjadi di alam semesta ini sebagian disebabkan oleh manusia, serta memperingatkan manusia agar menegakkan wajah kepada agama yang lurus, yaitu Islam. 2) Nilai-nilai pendidikan lingkungan yang terkandung dalam Q.S. Ar-Ruum ayat 41-43 diantaranya adalah nilai tanggung jawab, perubahan perilaku, partisipasi, akhlak, ibadah, mu’amalah dan etos kerja, aqidah dan kesadaran.</p> Retna Fitri ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-30 2026-04-30 6 1 780 793 10.54297/seduj.v6i1.1497 Penguatan Etika Digital Mahasiswa Melalui Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan https://www.jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/article/view/1516 <p>Dinamika ruang publik ke ranah digital membawa tantangan baru bagi mahasiswa selaku warga digital (<em>digital citizen</em>), Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan etika digital (<em>netiquette</em>) mahasiswa melalui Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di lingkungan perguruan tinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur, yang mengkaji berbagai sumber ilmiah, regulasi hukum dan nilai-nilai Pancasila dalam konteks ruang siber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKn memiliki peran strategis sebagai kompas moral melalui tiga pendekatan utama: internalisasi nilai Pancasila sebagai panduan etis berinternet, pembentukan kemampuan berpikir kritis (<em>critical thinking</em>) untuk menyaring informasi, dan peningkatan kesadaran hukum digital. Keberhasilan implementasi PKn dalam aspek ini memanifestasikan karakteristik <em>digital citizenship</em> yang positif pada mahasiswa, yang ditandai dengan kecakapan memproduksi konten edukatif, berkomunikasi secara santun, dan bertanggung jawab di media sosial. Dengan demikian, PKn efektif berperan sebagai fondasi karakter untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara teknologi (<em>smart</em>), tetapi juga berkarakter kebangsaan yang kuat (<em>good citizen</em>) di dunia maya.</p> Muhammad Awin Alaby ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-30 2026-04-30 6 1 794 803 10.54297/seduj.v6i1.1516