Analisis Perencanaan Biaya Penambangan Nikel Laterit pada PT. Riota Jaya Lestari Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara
Analysis of Nickel Laterite Mining Cost Planning at PT. Riota Jaya Lestari, Lasusua District, North Kolaka Regency, Southeast Sulawesi Province
Abstract
Penambangan nikel laterit merupakan salah satu kegiatan pertambangan yang memerlukan biaya perencanaan yang tepat untuk mencapai efisiensi dan efektivitas operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan biaya penambangan nikel laterit pada PT. Riota jaya lestari di pit sakura dengan fokus pada penentuan jumlah alat gali muat dan angkut yang dibutuhkan dan biaya yang diperlukan untuk kegiatan pengupasan overburden (OB) dan ore. Jumlah alat gali muat dan angkut dapat dihitung berdasarkan produktivitas alat berat dan target produksi. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode perhitungan kebutuhan alat gali muat dan angkut berdasarkan parameter – parameter teknis dan ekonomis dari desain tambang yang telah disusun oleh tim peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kegiatan pengupasan overburden menggunakan alat gali muat excavator sumitomo SH350 LHD dan bijih menggunakan alat gali muat excavator sumitomo SH210 kemudian untuk pengangkutan menggunakan Dump truck Howo 371. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh bahwa, total cadangan bijih sebesar 362.320 dengan target produksi bijih yaitu 50.000 ton/bulan. Jumlah alat gali muat yang dibutuhkan dalam kegiatan pengupasan overburden sebanyak 1 unit dengan kemampuan produksi 88.403,92 Ton/bulan dan untuk memuat sebanyak 1 unit dengan kemampuan produksi 87.381,00 Ton/bulan, serta untuk mengangkut sebanyak 4 unit dengan kemampuan produksi 86.257,85 Ton/bulan. Kemudian untuk kegiatan mendapatkan bijih sebanyak 1 unit alat dengan kemampuan produksi 57.918,28 Ton/bulan, pada kegiatan memuat bijih sebanyak 1 unit dengan kemampuan produksi 57.745,92 Ton/bulan dan untuk mengangkut sebanyak 20 unit dengan kemampuan produksi 57.577,98 Ton/bulan. Kombinasi alat tersebut menunjukkan tingkat keserasian kerja yang baik sehingga mampu meminimalkan waktu tunggu dan meningkatkan produktivitas operasi penambangan. Total biaya dari bulan Januari - Agustus untuk kegiatan pengupasan overburden sebesar Rp.7.181.216.000 dan untuk bijih sebesar Rp.5.503.344.000. Total biaya keseluruhan yang harus dikeluarkan yaitu sebesar $792.785.00 atau setara dengan Rp.12.684.560.000 miliar. Untuk biaya penambangan per ton sebesar $2.19. Biaya tersebut menunjukkan kondisi biaya yang relatif efisien.
Copyright (c) 2026 Elma Finata, Hasriyanti Hasriyanti, Isramyano Yatjong, Sahrul Poalahi Salu, Arif Arif, Rizki Kumalasari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





